Oleh: pascasarjanasbw | Juli 25, 2009

Pelelangan Nissan Terano DPRD Kab. Sumbawa

Kebijakan untuk mengganti Mobil Dinas jenis Nissan Terano yang selama ini digunakan sebagai kendaraan operasional Pimpinan DPRD Kab. Sumbawa harus dilihat secara kritis dan obyektif sebab masalahnya bukan hanya pada pertimbangan tekhnis dan yuridis saja tetapi ada proses lain yang tergolong kolusi dan konspiraratif. Artinya, apa yang terkait dengan masalah teknis dan yuridis tidak perlu dipersoalkan namun bagaimana jika pertimbangannya bukan itu saja tetapi ada konspirasi (permainan) sekelompok orang yang membuat desain skenarionya dengan sengaja mengusulkan kepada eksekutif agar kendaraan tersebut dijual/lelang sehingga nantinya kendaraan tersebut jatuh ke tangan yang bersangkutan dengan harga yang relative dibawah standar rata-rata. Jika benar-benar kendaraan ini bukan titipan orang tertentu maka adakah keberanian eksekutif untuk menjual kendaraan tersebut secara terbuka kepada public dengan memberi ruang yang sama kepada semua orang untuk mendapatkan peluang tersebut sehingga ada persaingan harga yang sehat di dalamnya dan daerahpun diuntungkan. Semua pihak pasti mampu membaca, kemana kendaraan ini akan jatuh dan kenapa pelelangan ini terjadi disaat akhir masa jabatan anggota DPRD Kab. Sumbawa atau kenapa harus melalui APBD-Perubahan 2009. Benarkah bahwa hanya pertimbangan teknis dan yuridis saja yang menjadi landasaran pengajuan pelelangan ketiga kendaraan ini? Saya kira itu tidak benar, karena itu harus ditolak! Mengapa hingga saat ini, aparatur pemerintah baik eksekutif maupun legislative tidak berusaha membangun ”good will” di mata rakyat dengan melakukan hal-hal “extra ordinary”, misalnya; mendorong semua pihak di jajaran pemerintah untuk membangun komitmen kerakyatan secara menyeluruh yang salah satunya adalah dengan meniadakan pengadaan kendaraan dinas, menghindari pelelangan serta mengurangi biaya operasional dengan memfokuskan pada persoalan yang menyentuh lansung kepentingan masyarakat umum seperti petani dan nelayan atau masyarakat miskin perkotaan, sehingga cita-cita kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Selama ini kita masih cenderung menyakiti perasaan rakyat dengan mempertontonkan hal-hal yang sebenarnya tidak layak, salah satunya pelelangan ini. Rakyat kita butuh terobosan baru dari pemangku kebijakan yang berorientasi kerakyatan dan nyata mampu mendorong adanya peningkatan taraf hidup masyarakat, bukan dengan gonta-ganti kendaraan atau penghamburan uang secara tidak tepat sasaran. Saya menyayangkan juga mengapa eksekutif mau menerima usulan tersebut tanpa ada keberanian mengatakan “tidak” demi kepentingan yang lebih besar. Selama ini pengajuan biaya operasional dan maintenance kendaraan tersebut juga bukan karena factor teknis tetapi karena factor manusianya yang mengusulkan anggaran secara berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek efektifitas dan efisiensi. Kalau drama seperti ini yang dipertontonkan oleh elit-elit daerah atau pemangku kebijakan di republic ini maka saya yakin sampai kiamatpun masyarakat adil dan makmur yang kita impikan tidak akan tercapai. Ingat bahwa hak memilih (vote) saat ini ada di tangan rakyat, jika kita tidak mampu mengambil hati rakyat maka jangan bermimpi kita mampu menjadi leader to future. Kita butuh komitmen pemimpin masa depan untuk mau melakukan terobosan yang tidak normative. Kalau bisa efisien/ hemat, mengapa harus boros.

Penulis

Andi Rusni

Mahasiswa Magister of Science Fakultas Ekonomika dan Bisnis-UGM.


Responses

  1. permaslahan yang dihadapi oleh tau samawa atau penyakit tau samawa tidak pernah mau berusaha untuk meningkatkan hajat hidupnya, yang suka meminta-minta, segala program sudah dilakukan dan menyentuh masyarkat, tetapi semua program yang diberikan oleh pemerintah tidak pernah dapat diterima secara sehat dan dilaksanakan secara baik, oleh karena itu pemerintah dan pengambil kebijakan lah yang dipersalahkan. mengenai pelelangan mobil itu sudah sewajarnya, siapa pun yang menerima atau mempergunakan itu bukanlah masalah. tapi yang menjadi permasalahan untuk meningkatkan ekonomi sumbawa, atau sejajar pembangunannya dengan daerah yang sudah maju :
    1. mengubah prilaku masyarakat bahwa apa yang diberikan oleh pemerintah diterima, diperiksa, dan dipelihara
    2. menghargai dan menyemangati tetangga, teman, pemimpin dan penguasa
    3. pemerintah daerah harus berani membuka diri atau mengumumkan semua anggaran yang sudah disetujui atau yang akan dilaksanakan.
    apabila itu bisa dilaksanakan saya yakin sumbawa akan kelihatan perubahan kearah yang lebih baik dan maju


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: